Wednesday, January 7, 2009

Kita boleh bertindak



Dan apakah kita umat Islam yang lain perlu lakukan melihat segala penderitaan ini.. berdiam diri? atau sekadar merasa kasihan? atau meyumpah-nyumpah berbakul-bakul??? kemudian tiada apa-apa lagi???

Salahhh!!! Kita masih boleh lakukan sesuatu. Bertindak dengan cara kita. Biar pun tindakan kita kelihatan kecil. Mari kita sama-sama memboikot segala produk keluaran negara jahanam Israel dan US... Come on my friends! Ini sekurang-kurangnya yang kita boleh buat untuk membantu. not to mention the sad truth that it's the only thing we are able to do actually.

Below, i listed down some of the companies. i got the list from PPIM website. Go and have a look if you have time.
  • McDonald
  • Coke Cola
  • Danone
  • Starbucks
  • Maggie
  • Nestle
  • L'Oreal
  • Rexona
  • Kit Kat
  • Sprite
  • Sunkist
  • Intel
  • IBM
  • Gap
  • Johnson & Johnson
  • Kleenex
  • Kotex
  • Maybelline
  • NOKIA
(tidak perlu buang apa yg kita ada sekarang... tetapi di masa depan jgn beli produk ni).

Harimau tidak boleh dianggap zalim sekiranya mengejar menerkam dan melapah rusa... tapi harimau kejam sekiranya menerkam dan memamah harimau yang lain...
Israel bangsa kejam yang memang Allah sudah tentukan untuk memusuhi Islam sampai hari kiamat... Tetapi, bukankan lebih kejam lagi orang-orang Islam yang membantu Puak-puak Laknatullah ini memerangi dan meratah umat Islam yang lain... Dengan membeli produk mereka bukankan kita juga membantu menegakkan ekonomi mereka... Bukankah kita juga akan membantu mereka... Bukankan kita sedang bertindak kejam ke atas saudara-saudara kita di Palestine sana?? membantu musuh kita memerangi saudara kita?? Bukankah itu beerti kita yang bertindak lebih kejam lagi???


Let's pray to Allah to give strength to the Palestinian to face this battle with Israel Laknatullah...

Bersyukur dgn bersungguh-sungguh dgn kemanan yg kita kecapi... Mungkin Allah beri kita keamanan ini untuk kita bertindak dengan cara kita...

Jom boikot...

Tuesday, January 6, 2009

Tetamu Senja

"Ada orang meninggal!!" Adik saya memberitahu sebaik saja saya memasuki rumah pulang dari kerja petang tadi...

"Innalillahiwainnailauhiroji'un.... Siapa?" Saya agak terperanjat.

"Kak Leha isteri Ustaz Hamsi"

Saya angguk kepala... terbayang wajah lembut Kak Leha, jiran yang agak berdekatan rumah saya yang memang sedang sakit sejak dua minggu lalu...
Hari Sabtu Kelmarin Pak Cik Hasyim - salah seorang jiran saya juga, telah kembali ke Rahmatullah. Hanya selang beberapa hari, satu lagi perkhabaran duka di sampaikan lagi....

Mengenangkan kematian ini, saya teringatkan cerita 'Tetamu senja' yang saya pernah ceritakan... Cerita tentang kematian juga.


- Hari itu... Sabtu malam ahad (seingat saya... tarikhnya tidak pula saya pasti)... ketika melangkahi masjid di tempat saya utk solat maghrib... seorang teman yg telah tiba lebih awal agak tergesa-gesa menyapa saya dan memberitahu "Ada mayat dalam masjid"

Berderau darah saya.... 'Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Raji'un'... siapa pula yg mati? tertanya-tanya hati saya. Sebaik melangkah ke dalam masjid, kelihatan sebuah keranda di sisi dinding belakang ruang utama masjid.

Keranda itu sudah ditutup dgn kain. Ertinya jenazah itu telah disiapkan... (sudah dimandi dan dikafan) hanya menunggu disolatkan sebelum diusung utk dikebumikan. Demikianlah... seorang lagi hamba telah kembali kepada Tuannya.

Selesai solat, iman terus berdoa tanpa wirid, dan solat jenazah pula dilangsungkan.
Semuanya berjalan dgn pantas, dan selang beberapa detik kemudian keranda diusung dalam baki cahaya senja ke tanah kuburan.

Saya ingin juga membantu... tapi kelihatan telah ramai yg mengerjakan tugas, saya minggir ke tepi memberi laluan. Dan dari sosek, sosek mulut yg bertugas rata-rata mengatakan betapa ringannya mayat itu di uruskan... Dan pada awal malam itu bertambahlah seorang lagi di tanah sepi taman kemboja yg dihiasi juga ratusan batu-batu nesan yg tertancap di atasnya.

Ini mungkin kali kedua atau kali ketiga saya menyaksikan pengebumian di waktu malam dilaksanakan. Awalnya terasa asing juga... tapi, menurut kata 'orang-orang tua' jenazah tidak elok di simpan lama.
Malam itu tanah sepi tersebut menjadi terang benderang dgn suluhan lampu kalimantang yg bersusun d beberapa bahagian.

Itulah malam petama hamba Allah itu di alam kubur, dan InsyaAllah (sudah meremang roma saya), saya dan sesiapa sahaja akan menyusul. Terus terang saya katakan, itu amat saya takutkan. Tapi, mahu atau tidak, semua akan mati juga. Stesen berikutnya di alam barzakh sementara menunggu alam akirat. Akhirnya diri sendiri menjadi kaku, dimasukkan ke dalam keranda, kemudian ke dalam tanah menjadi santapan cacing dan ulat.

Merenung-renungkan kejadian di depan mata mengingatkan saya pada sebuah sajak A. Samad Said 'Tetamu Senja' yang antara isinya berbunyi:
"Kita datang ini sebagai tetamu senja.
Bila cukup detik, kembalilah kita kepadaNya,
Kita datang ini kosong tangan dan dada;
(dan terbukti di depan saya ketika itu, saudara kita itu) Pulang dengan tangan kosong jua...

teringat saya satu msg pesana ringkas yg dihantar seorang kawan...
'Waktu lahir, kita diazankan.... Waktu mati kita disembahyangkan... Antara azan dan sembahyang... Demikian betapa singkatnya tempoh antara lahir dan matinya manusia.
ibarat tetamu senja yg singgah di bawah pepohon, menunggu masa untuk meneruskan detinasi. Hari ini kita bertepuk tampar bergembira... entah esok, entah lusa, entah sekejap sahaja lagi, sama ada dia atau kita sudah pun tiada...

Benarlah... kita hanya tetamu senja. Maka bersiapkah sudah kita utk ke sana...
Teringat lagi pesanan seorang teman...
"Tidak penting di mana sesuatu itu bermula... pentingya, di mana ia akan berakhir..."


Semoga Roh Kak Leha dan Pak Cik Hasyim sentiasa dilindungi Allah dan digolongkan dlm golongan mereka2 yang beriman....

Al Fatihah....

Friday, January 2, 2009

Tahun Baru. Semangat Baru?...

Salam awal Januari.
Sambutan tahun baru ya?... Emmmm... cuma di rumah saja - errrr, okeyyy... bohong. Saya berada di bukit Balai Islam Tmn Tun Dr. Ismail... Menyaksikan letusan bunga api dari dua arah... One Utama dan The Curve... Oh ya! dari 3 arah sebenarnya, Berhampiran dgn pencahla link juga (apa nama tempat tu ya). Meriah!! Perhatikan dari jauh sahaja. Tidak mahu bersesak-sesak dan ribut di keriuhan sana... (kalau tahun2 lalu tentunya saya akan turut sama dlm keriuhan itu)

Awal tahun... Rasanya ada kerja dan beberapa perkara lain yang perlu dipertingkatkan lagi. Walau cuma boleh bertahan beberapa bulan... namun saya berharap mampu menjadi lebih serius dalam mendengar, melihat, merasa dan kemudiannya berkata-kata... Oh la la... Hidup memang perlu liburan.
(ok, otak perlu diperah lagi untuk mencari idea lebih kreatif utuk segala tugasan saya)

Semangat baru, tidak selalu disertai dengan jalan yang indah. Kadang kita besemangat melaksanakan sesuatu, tapi apa yang kita hadapi tidak sesuai dengan yang kita inginkan. Di sini semangat kita diuji, apakah kita tetap berupaya melakukan yang terbaik walaupun dengan senario yang berbeza? Atau adakah kita akan menyerah begitu saja?

Ada orang seolah-olah mahu jadi yang terhebat sahaja. Orang yang jiwanya besar akan punya impian yang besar. Orang yang punya jiwa yang kecil selalunya punya keinginan yang kecil juga. Orang yang tidak punya impian bukanlah orang namanya. Sebab tiap orang pasti akan punya keinginan. Inilah namanya nafsu. Justeru nafsu akan terus mekar dan berkembang...

ok... semoga akan terus bersemangat dalam apa2 pun yang akan kita lakukan.

Tuesday, December 30, 2008

Selamat Tahun baru

Waktu memang benar-benar cepat berlalunya.....gila' juga. Memasuki hari terakhir di perhitungan bulan Disember semua orang mengucapkan "Selamat Tahun Baru". Mungkin tradisi atau hanya sekadar mengikuti norma dan fenomena yang terjadi. Sebetulnya apa sih tahun baru??

Menikmati akhir tahun, menyambut tahun dengan angka baru. Saya sebenarnya tidak suka dengan kegiatan ini. Tapi menunggu jam beralih dari angka 12 di tanggal 31 Disember ini benar-benar sesuatu yang indah. Saat dunia di sekitar kita berdetik lambat, saat itulah otak kita mungkin asyik berfikir....

Tahun Baru adalah suatu momentum peralihan dari satu tahun kalender ke tahun kalender berikutnya. Satu tahun kalender matahari yang kini kita pergunakan, terdiri dari 365 hari, yang dianggap sebagai tahun baru kini adalah tanggal 1 Januari. Saya jadi ingin tahu sejarah Tahun Baru ini....

Nah, ada rancangan apa malam nanti? Gala dinner di hotel, meramaikan dan memeriahkan jalan-jalan kota? atau sekadar berkumpul-lepak dengan kawan-kawan ?

Tahun Baru tidak pernah jadi satu hari yang berbeza rasanya, cuma satu hari pertukaran nombor ke nombor yang lebih besar lagi (tiap-tiap hari juga merupakan hari pertukaran nombor). Tidak ada yang menyeronokkan kecuali kebetulan 1 hb Januari adalah cuti umum, sehingga malamnya kalau tidak mengantuk, kita mungkin tidur lebih lewat.... Kalau dulu-dulu saya gemar juga berhimpun di dataran sesak manusia mengira detik untuk letusan bunga api - menjadi saksi bagaimana tahun itu berlalu, menyaksikan keramaian mereka-mereka yang bersuka ria menyambut datangnya tahun baru.... sekarang tidak lagi. Tidak gemarkan kesesakan sebenarnya. Mungkin seiring dgn pertambahan usia. Mmmm.... tapi malam ini, saya punya rencana kecil... masih rahsia... kita jumpa di kuala lumpur ya... mudah-mudahan saya tidak terlalu malas dan mengantuk untuk melakukannya...

Okay guys.. have a great, fun and safe holiday to all!

Anyway... Happy New Year, Everyone....