Tuesday, November 18, 2008

Kupu-kupu pagi... jika kau seberuntung aku

Dulu... satu ketika... Isnin... sesudah cuti... mood malas... Pagi hari... Terang.... Langit biru cerah... agak biasa. Di jalan, pemandangan yang biasa: Manusia yang (maunya) bergegas kerja. Wajah-wajah masih setengah mengantuk, membisu di balik kaca mobil. Motor-motor berdengung seperti sekawanan lebah tebuan. Suara keras tak sabar. Biasa. Klise.

Tapi hari ini... di suatu pagi yang terang dan tidak biasa, cuba naikkan pandanganmu sejenak. Sekitar dua meter di atas barisan kendaraan di jalan. Agak ke tepi. Di antara hijau pepohonan. bukit bukau yg kurang jelas kebiruan di kejauhan.... di laluan ku...
Ah, ya... mungkin dirimu tak seberuntung aku. Tidak seperti satu waktu dulu di kota sesak bersama serdak kenderaan... kini Sepenggal jalan yang kulalui tiap pagi masih menyisakan deretan pepohonan yang yang menyamankan... laluanku ributnya tidak serancak dulu... tiada ribut... selesa aku... cukuplah... tiada lagi sumpah seranah caci cacian... laluanku kini dengan nyayian... meski pun tidak riang... lengang... sunyi yang menyenangkan... tiada bunyi... hanya derapan tapak kaki sendiri...

Ya, jadi jika dirimu masih cukup beruntung, cobalah mendongak sedikit pada ranting dan daun yang menaungi pingiran jalan. Berbahaya? Dalam gerak yang merayap seperti itu...

Nah, di suatu pagi dengan langit biru cerah, coba naikkan sudut matamu sejenak. Jika kau seberuntung aku.. kau akan melalui jalan yang berbukit dan sedikit sempit namun selesa... sesekali meretasi kabus dingin nipis.... tiada gangguan... tiada kekotoran... tempat aku masih begitu... maka di sana kau akan melihat hal yang luar biasa. Ternyata ada keriuhan lain di atas sana. Kau akan melihat buanyaaak kupu-kupu berterbangan. pohon-pohon tinggi melangit... nyaman dan menyamankan....

Satu pagi itu.... jika kau seberuntung aku, kau terlihat Sekawan kupu-kupu kecil bersayap kuning pucat terbang beriringan mengitari sebatang pohon. Di laluanku selalu membuatkan aku bergerak perlahan... supaya dengan keperlahanan itu aku bisa nikmati dingin kabus... atau bisa nikmati harum pepohon yang masih lembab dingin... sementara menanti kemunculan mentari... Dari pucuk yang satu ke pucuk yang lain. Dari ranting ke ranting. Dari pohon ke pohon. Kupu-kupu di hampir setiap batang pohon yang berbunga malu-malu tak pamer.

Di sini aku beruntung... beruntung aku tidak terlambat menikmati keberuntungan itu...
Pagi yang menyenangkan. Bukan pagi yang biasa, pasti... jika kau seberuntung aku...
di kota dulu... satu ketika... aku tidak seberuntung ini...

9 comments:

cappuccino said...

errrrr..tak berape phm ler cikgu..tp melankolik gitu bunyinya...kupu2 pagi ne adik bongsu kupu2 mlm ker...

AiE bAhRi said...

uh.
ayat2 abg chime ni boleh tahan sasteranya...

:: Cikgu Wiween :: said...

errr...ween takut kupu-kupu!!

i-chimera said...

bro - tak payah paham sgt pun tak pe.. buat2 paham je. Tak.. kupu2 pagi ni sepupu dgn kupu2 malam. kupu2 pagi dia mulia sikit...

aie - sekali sekala.. boleyyy laaa...

ween - oit! dulu takut lipas.. kekupu pun takut jugak ke... nanti suruh lipas dan kekupu bergabung tanaga menyerang jokargal... tapi masa tu batman yg berhati mulia akan datng membantu... maklumlah tugas batmankan mententeramkan dunia...

Kos Serani said...

Membaca beberapa entri kat sini, ibarat membaca bait-bait puisi yang melagukan tentang suara hati, tentang kehidupan, ada ketenangan bertandang di hati seusai membacanya.

-cD- said...

jika aku kupu-kupu pagi itu, mungkin aku juga seberuntungmu.. tapi apakan daya aku tetap kupu-kupu kota...

kekekek kekwat x?

Ad Rifza said...

Beruntungnya suatu takdir...Dimana kita hadir beruntung itu ada cuma kita perlu mencari..Tiada persamaan dengan yg dulu tetapi tiap satu ada keistimewaannya juga...Tiada sempurna..Tapi berpanjangankah keberuntungan itu..Kekalkah ia sampai bila2...Tidak pasti...Hanya doa mampu mengiringi...

bozzobattousai said...

memang beruntung jadik org untung nih...

i-chimera said...

kos - yeah, saya tenang kat sini.. dan saya tak kan ke mana-mana lagi...

cD... dikaulah kupu-kupu kekwat yang sebenarnya...

ad - tapi beruntung saya kali ni tak pelu susah2 dicari... moga saya akan kekal beruntung di sini... walaupun tiada satu perkara pun akan kekal sebenarnya...

bozzo - setiap org ada bahagian masing-masing... satu masa kita juga akan jadi manusia beruntung itu...